Tampilkan postingan dengan label Strategi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2013

GURU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA by Slamet Priyadi



 
Image "Mengarahkan siswa agar mengexplorasi materi pembelajaran secara mandiri (Foto: Slamet Priyadi)
Mengarahkan Siswa agar mengexplorasi secara mandiri materi pembelajaran
Blog Slamet Priyadi - Rabu, 14 Agustus 2013 - 11:02 WIB - Elemen yang paling penting dan mendasar dalam sistem pendidikan dan pengajaran di sekolah adalah guru, sebab guru merupakan prajurit utama di lapangan yang berperan sebagai ujung tombak  berhadapan langsung dengan murid di kelas.  Sikap guru di kelas yang penuh perhatian, akrab dan tidak diskriminatif terhadap siswa bisa memberi dorongan semangat dan motivasi belajar siswa.  Hal ini sebagaimana dinyatakan Jamaludin, “Rasa hormat dan penuh kasih sayang yang ditunjukkan oleh seorang guru merupakan syarat utama kesuksesan siswa” [Pembelajaran Yang Efektif, hal. 36].  Apabila proses pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional siswa, ada dialog secara interaktif dan komunikatif besar kemungkinan proses pembelajaran akan berjalan lancar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

B         Berkait dengan hal tersebut di atas seyogyanya guru dalam mengajar di kelas harus:
1.   Sesering mungkin memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengundang respon siswa terkait dengan       materi pokok bahasan.
2. Menjaga agar pembelajaran fokus pada materi yang telah ditetapkan tidak melantur kemana-mana. Subyek materi yang beragam membuat suasana menjadi tidak focus dan tidak efektif.
3.    Menjaga agar kelas dan siswa terkonsentrasi pada orientasi belajar.
4.  Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, inovatif, kreatif, efektif sehingga siswa dapat leluasa bertanya dan mengungkapkan pikiran dan perasaannya tanpa rasa takut sedikitpun.
5.  Menguasai materi pokok bahasan dengan baik dan kompeten. Artinya,  bisa dipertanggungjawabkan secara profesional baik persiapannya, penguasaan diri dalam menyampaikan materi, penyampaian metode pembelajaran yang tepat maupun kemampuan dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa.

Sikap dan prilaku guru yang penuh cinta, bersedia mendengarkan apa yang disampaikan, memberikan kepercayaan kepada siswa, dan tidak mendominasi jalannya proses pembelajaran, juga merupakan faktor penting yang sangat menentukan dalam menciptakan dan membangun suasana belajar yang kondusif yang sudah barang tentu menentukan keberhasilan guru dalam mengajar.  Keberhasilan guru dalam mengajar, memiliki arti guru berhasil dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.  [SP091257]

Penulis:
Slamet Priyadi Pangarakan, Bogor

Senin, 13 Mei 2013

Konsep Pendidikan Progresif Jonh Dewey (Analisa strategi pembelajaran ke depan) Oleh Slamet Priyadi

Denmas Priyadi Blog │ Selasa, 14 Mei 2013 │ 08:25 WIB

Siswa senang menampilkan ide kreatifnya
Dalam konsep pendidikan lama situasi pembelajaran didominasi oleh guru. Siswa lebih bersifat pasif menerima sepenuhnya materi apa saja yang di sampaikan dan diberikan guru. Kurikulum, mutlak direncanakan, disusun dan dibuat oleh pemerintah dan guru atau sekolah tanpa mengikutsertakan siswa.
Berkait dengan hal tersebut berdasarkan studi psikologi dan sosiologi pendikdiian, Masyarakat pendidikan umumnya menghendaki perubahan dan hendaknya konsep pendidikan terutama dalam pengajaran agar lebih memperhatikan minat, kebutuhan dan kesiapan siswa untuk belajar.

Ekspresi karya seni musi

Sehubungan dengat hal tersebut John Dewey mengemukakan ide dan gagasannya dalam konsep Pendidikan Pogresif  sebagai berikut:



1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar secara perorangan.(indivudually  learning)
2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (learning experiencing)
3. Guru memberi dorongan semangat dan motivasi bukan hanya pemerintah.
Artinya bahwa guru memberikan penjelasan tentang arah kegiatan pembelajaran yang  merupakan kebutuhan siswa.
4.  Guru mengajaksertakan siswa dalam berbagai aktifitas kehidupan belajar di sekolah yang mencakup pengajaran, administrasi, dan bimbingan.
5. guru memberi arahan dan bimbingan sepenuhnya agar siswa menyadari bahwa hidup itu dinamis dan mengalami perubahan yang begitu cepat.

Ekspresi Seni Rupa karya Effira & Febby Satria X-5

Berdasarkan fakta dan realitas tersebut sudah seyogyanya sistem pengajaran lama yang bersifat hafalan, verbalistik dan berbagai aktifitas yang mekanistik di kelas tidak diterapkan lagi. Strategi dan metode pembelajaran yang memberi kebebasan siswa dalam melakukan penelitian dan menemukan sesuatu hal utamanya diberikan kepada siswa, berlebih dalam berbagai aktifitas ekstra kurikuler.
 
Image: Kartini karya Anastasia X-5



Penulis:
Slamet Priyadi