Senin, 13 Mei 2013

Metode Pembelajaran (Metode Ceramah dan Demonstrasi) Oleh Slamet Priyadi

Denmas Priyadi Blog │ Selasa, 14 Mei 2013 │ 11:07 WIB

Pembelajaran menggunakan metode ceramah
Dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran di kelas guru menggunakan berbagai macam metode pembelajaran. Berikut adalah metode-metode pembelajaran yang sudah umum digunakan oleh guru sebagai seorang pengajar dan pendidik di kelas:
1.   Ceramah
Metode ceramah merupakan cara penyajian materi pembelajaran melalui penuturan secara lisan.  Dalam arti, penjelasan langsung kepada sekelompok siswa di kelas. Metode ceramah ini sampai sekarang masih sering, dan acapkali digunakan oleh para guru dan para instruktur dalam menyampai materi pembelajara. Hal ini oleh karena guru biasanya belum merasa puas jika dalam mengelola pembelajaran tidak melalukan ceramah. Begitu pula dengan para siswa, pada umumnya mereka masih terbiasa dengan dengan metode ini, sehingga mereka beranggapan ada guru berceramah di kelas berarti ada pelajaran, tidak ada guru berceramah di kelas berarti tidak ada pelajaran.
     Metode ceramah adalah salah satu cara dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran     ekspositori.
a.          Kelebihan dan kelemahan metode ceramah
Ada beberapa alasan mengapa metode ceramah sering digunakan. Alasan ini sekaligus merupakan keunggulan metode ini.
1)      Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Murah dalam arti, proses ceramah tidak memerlukan peralatan dan perlengkapan yang rumit seperti pada metode demonstrasi atau peragaan.  Sedangkan mudah berarti ceramah hanya mengandalkan suara guru.
2)      Ceramah dapat menjangkau penyajian materi pembelajaran yang lebih luas. Ini berarti banyak materi pembelajaran yang dapat dirangkum dan dijelaskan pokok-pokoknya saja oleh guru dalam waktu singkat.  
3)      Ceramah dapat terfokus hanya pada pokok-pokok materi inti. Dalam arti, guru dapat mengatur pada materi mana yang menjadi prioritas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan indicator yang ingin dicapai.
4)      Dengan metode ceramah, guru dapat memantau keadaan kelas, karena kelas sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya saat menyampaikan materi pembelajaran.
5)      Dengan metode ceramah pengorganisasian kelas menjadi lebih sederhana dan praktis, oleh karena tidak membutuhkan persiapan-persiapan yang macam-macam. Asal kan siswa dapat menempati posisi tempat duduknya dan mendengarkan materi pembelajaran yang disampaikan guru, itu sudahlah cukup.
                                                            
Adapun kelemahan-kelemahan metode ceramah ini, antara lain:
1)      Materi yang dikuasai siswa terbatas hanya pada apa yang telah dikuasai dan disampaikan guru. Ini merupakan kelemahan yang paling dominan pada metode ceramah, oleh karena apa yang telah disampaikan guru itulah yang diperolehnya dan dikuasainya.
2)      Penyampaikan ceramah yang tidak dibarengi dengan peragaan dan contoh-contoh hanya bersifat verbalistik dan menbosankan. Ini merupakan kelemahan yang dimiliki metode ceramah, karena guru dalam penyajiannya hanya mengandalkan bahasa verbal sedangkan siswa hanya mengandalkan kemampuan auditifnya. Di sisi lain kemampuan siswa secara auditif berbeda-beda, termasuk dalam menangkap materi pembelajaran melalui pendengaran.
3)      Kemampuan guru berbicara dan bertutur kata-kata yang tidak baik, acap kali menjemukan dan membosankan siswa, sehingga siswa menjadi tidak memperhatikan materi pembelajaran, mengantuk atau mengobrol dengan teman sebangkunya. Jika mereka diam akan tetapi pikirannya kemana-mana  sebab tidak mengerti dengan apa yang disampaikan guru sebab penyampainnya tidak menarik.
4)      Dengan metode ceramah, sangat sukar untuk mengetahui apakah siswa sudah mengerti dan sudah memahami dengan apa yang telah disampaikan guru. Ketika guru mengadakan pertanyaan pada umumnya lebih banyak yang diam dan tidak menjawab pertanyaan, meskipun tentu tidak semua siswa seperti itu.      
( Referensi: “BAHAN AJAR PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU” – UHAMKA 2009 )
2.      Demonstrasi
Metode demonstrasi memberikan kepercayaan kepada siswa untu berkreatifitas
Metode demonstrasi adalah salah satu metode pembelajaran yang penekanannya lebih terfokus pada penyajian pelajaran secara peragaan. Artinya metode ini lebih pada mempertunjukkan atau memperagakan kepada siswa bagaimana jalannya suatu proses, situasi, langkah-langkah sesuatu agar bisa dicapai secara banar dan tepat.  Metode demonstrasi dalam praktiknya lebih banyak menggunakan media tertentu sebagai instrument bantu baik secara nyata atau tiruan sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa.  Dalam metode ini guru dapat menyajikan, memperagakan dan mendemonstrasikan materi pembelajaran secara kongkret dengan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri

a.   Kelebihan metode demonstrasi,
      Dengan menggunakan metode demonstrasi, penyajian materi pembelajaran secara  verbal dapat dikurangi oleh karena siswa memperhatikan secara langsung materi yang diberikan yang kemudian mempraktikkannya.
      1) Proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan,
  Menarik dan menyenangkan oleh karena siswa bukan saja mendengar, melainkan melihat   dan menyaksikan langsung materi pembelajaran yang diperagakan guru.
       2) Siswa mempunyai kesempatan untuk membandingkan antara teori dan realita,
          Dengan menyaksikan dan mengamati langsung  proses penyampaian pembelajaran yang diperagakan guru,  siswa akan mempunyai kesempatan untuk membandingkan antara teori dan praktik yang sudah barang tentu dapat merangsang motivasi siswa untuk mempraktikkan langsung pelajaran yang diperolehnya. Dengan begitu siswa akan tambah dan lebih yakin lagi atas kebenaran materi pembelajaran.
      b. Kekurangan metode demonstrasi,
1) Metode demonstrasi membutuhkan persiapan yang lebih matang,
     Tanpa persiapan yang lebih matang, maka proses demonstrasi akan menghadapi    kendala yang bisa membuat gagalnya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran menjadi tidak efektif. Oleh karena itu sebaiknya guru benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan memadai. Sebelum disajikan sebaiknya guru mencoba nya terlebih dahulu secara berulang-ulang, hal ini untuk mencegah terjadinya kegagalan pada saat disajikan kepada siswa.
        2) Metode demonstrasi memerlukan instrument yang lebih lengkap,
        Artinya metode demonstrasi membutuhkan biaya yang lebih mahal ketimbang metode    diskusi atau ceramah.   Metode ini memerlukan peralatan, bahan serta tempat yang lebih memadai ketimbang metode diskusi atau ceramah.
         Metode demonstrasi membutuhkan kemampuan yang khusus. Ini artinya, metode ini memerlukan keterampilan yang lebih dari seorang guru, oleh karena itu guru dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan mengajarnya baik domain  kognitif, psikomotorik, maupun afektifnya. Pendek kata guru harus selalu meningkatkan kompetensi dan keprofesionalan pedagogiknya.
Pustaka:  
Bahan  Ajar Pendidika Dan Latihan Profesi Guru – UHAMKA 2009

Penulis:
Slamet Priyadi di Kp. Pangarakan - Bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar